#77

……..sebab orang lain tidak akan pernah sanggup benar-benar mengerti tentang apa yang sedang kamu jalani dan perjuangkan. -KG

Iklan

Saat itu

Saat itu, aku tidak pandai cara memperlakukanmu seperti dia memperlakukanmu, yang dicintai dengan sungguh.

<3

Karena senyum Kalian lebih manis, lebih banyak arti,

Lebih Indah dan lebih bahagia.

.

.

.

With Love,

-D-

Hilang

Tidak akan pernah baik-baik saja bagi orang-orang yang mengalami kehilangan. Baik dengan cara meninggalkan atau ditinggal pergi. Meski pada hakikatnya tidak ada yang pernah menjadi miliknya, tetap ada yang terasa dalam dirinya tak lagi utuh. Dan untuk bisa menerima kehilangan, seseorang harus kehilangan waktu. Waktu yang digunakan untuk sampai pada hikmah yang tersebunyi darinya.

Yang sama-sama menghilang, entah sampai kapan.

.

.

Source: kurniawangunadi

Jarak

Memahami soal bagaimana jarak, terkadang memberi saya ruang untuk mengelupas isi perasaan saya sendiri. Jarak pun kadang memberi saya kesempatan untuk mencari kebahagiaan lain yang mungkin akan saya dapatkan ketimbang keras kepala bertahan, di sisi seseorang yang sama sekali tak mengerti seberapa berartinya dia untuk saya selama ini. Jarak pun, kerap membuat saya dibenci olehnya yang begitu saya sayangi. Hanya karena ia tak mampu memahami bahwa ialah yang selama ini, sebenarnya telah menggaris jarak di antara kami.

Kita tak mungkin berjarak tanpa alasan. Tidak pernah mungkin. Walau beribu alasan itu tak pernah ada yang sanggup mengungkapnya, selalu ada alasan kenapa seseorang mengambil langkah mundur, atau justru mengambil langkah berlari menjauhi. Selalu ada yang terluka, dan selalu ada yang bertanya-tanya. Entah berapa juta orang di dunia ini, di detik ini, yang tengah mempertanyakan soal jarak menyakitkan yang mereka hadapi. Dan mengarang jawaban yang mampu menghibur kegalauan hati mereka sendiri-pada akhirnya.

Karena kamu tahu, ada kalanya mencintai berarti harus berani menghadapi sakit untuk memilih bertahan. Dan beberapa begitu tak sanggup menahan sakit dan justru memilih memberi kesempatan pada dia yang tengah disayangi-untuk menikmati hal yang tengah membuatnya bahagia detik itu.

Pergi, bukan berarti tak ingin bertahan. Terkadang pergi, berarti berani memberi diri kesempatan untuk lebih bahagia, walau pun berarti harus berjalan tanpanya. Walau pun pergi tak jauh lebih mudah dari bertahan tinggal. Tetapi pergi setidaknya masih memberi kesempatan untuk tidak membuang waktu, dengan berpura bahagia melihatnya-bahagia bersama orang lain.

#76

Terkadang rasa kecewa melebihi segala-galanya.

Nyatanya, pemikiran saat itu berkebalikan dengan saat ini.

Dulu yang selalu terpikir bila perempuan orang tertersegalanya (dalam hal yang menyebalkan), tapi kini semua tak sesuai dengan apa yang pernah terjadi. Karena tak selamanya, bahkan lelaki pun mampu menjadi orang yang tertermenyebalkan bahkan lebih dari itu.

#nohurtfeelingeveryone

#75

Seburuk-buruknya dan siapapun itu tidak akan (pernah) mau untuk dibanding-bandingkan.

1117

Maaf jika cara yang saya lakukan salah. Namun, percayalah ini hanya masalah waktu saja agar semuanya bisa seperti sedia kala. 🙂

.

.

Regards,

-d-

#74

Menjadi prioritas memang tidak mudah. Banyak hal yang harus dilakukan, menahan diri dan selalu berpikiran baik (apapun itu) contohnya.