Teruntuk Hujan di Malam ini

Mengapa aromamu kini semakin memudar? Keromantisanmu kini tak lagi kurasakan. Pun kekhasanmu semakin hilang seperti ditelan bumi begitu saja. Ah entahlah.. Aku hanya merindukan hujan yang kutahu selalu mampu menyapa dengan rintikan yang merdu. Semoga belum terlambat untuk kembali dapat merasakannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: