Hanya sebuah kisah laluku..

Ini hanya kisahku, kisahmu, dan kisahnya. Kisah yang berawal dari masa SMA-ku di dua tahun yang lalu. Dahulu aku hanya mengagumimu sebagai temanku, karena aku merasa ada sesuatu yang sebelumnya tak kutemukan pada teman-teman saat itu, khusunya anak laki-laki. Aku tidak mengharapkan hal lebih sebelumnya. Untuk menjadi temanmu saja sudah cukup bagiku. Aku merasa senang sekali. Selang beberapa bulan, mungkin bisa dikatakan kedekatan ini semakin intensif. Walaupun hanya melewati sebuah pesan singkat kami telihat lebih terbuka satu sama lain. Ini bermula saat liburan sekolah tiba, aku yang tetap masuk untuk megawas dalam Ujian Terbuka (UT). Sekitar jam 13.00 telepon genggamku bergetar menandakan adanya panggilan/pesan singkat yang masuk, segera ku ambil ponselku dan kulihat ternyata ada satu pesan singkat yang kuterima. Lalu, langsung kubaca. Isinya aku tidak ingt pastinya seperti apa. Aku merasa senang, mendapat kiriman sms darimu. Balas-balasan pesan ini berlangsung hingga usai magrib.

Banyak hal-hal yang membuat rasaku semakin mencuat pada saat itu. Mulai dari sms-an, diledek-ledekin sama temen sekolah, hingga sampai bales-balesan status baik di YM, twitter, ataupun FB.

Dan pada akhirnya, 30 Juli 2010 dia menyatakan perasaannya padaku. Namun, sayang ia menyatakannya melewati media YM, tapi tidak apalah pada saat itu aku menganggapnya. Nggak nyangka aja dia bisa seperti itu. Emmmmm lantas aku menjawabnya dengan perasaan yang saat itu sama-sama aku rasakan #eaaaaa

Layaknya sepasaang kekasih yang sedang di mabuk cinta, aku saat itu merasa menjadi orang yang beruntung karena aku telah menemukan seseorang yang mengerti aku, dan memahami. Hari-hariku penuh dengan perasaan cinta dan kasihnya. AKU BAHAGIA!!!!! #sepertiitugambarannya

Suatu ketika, ada sebuah permasalahn yang datang silih berganti. Ketika sebuah masalah menghilang, maka muncul kembali permasalahan yang lain. Hingga pada akhirnya aku dan dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya pada 18 Januari 2011 yang pada saat itu hubungan kami baru berjalan lima bulanan.

Sedih, nangis yang selalu menemani hari-hariku pada saat itu. Aku masih saja teringat dia. Aku mungkin menjadi orang yang bener-bener lemah. Apalagi, aku dan dia berada dalam satu kelas yang sama saat SMA. Semakin sulit untuk aku melupakannya.

Setelah berakhirnya ini semua, aku tidak pernah mengirimi pessan singkat kepadanya. Namun, dialah yang suka mengirim pesan singkat kepadaku. Ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa bulan saja. Setelah pada akhirnya, dia memutuskan untuk melupakan semuanya, aku malah merasa kebalikannya ingin menjadi agresif dengan mengiriminya sebuah pesan walau hanya sebuah sapaan saja. Apa boleh buat semua yang ku inginkan sia-sia karena aku terlalu pasif.

Usut punya usut, aku mengetahui bahwa dia sedang menyimpan rasa terhadap sahabatku sendiri. Saat itu aku tidak terlalu memikirkannya, karena bagiku kau bukanlah siapa-siapa aku lagi. Ketika pikiranku, mencernanya ternyata perasaanku tidak berkata sama dengan statment yang telah aku ucapkan. Suatu hari, aku melakukan hal terbodoh dalam hidupku karena aku merasa sudah diambang batas pada saat itu. Aku mengirim pesan singkat kepadanya dan sang pujaan hatinya. Di pesan itu aku hanya mengatakan untuk saling menjaga satu sama lain, aku mengirim pesannya pada malam hari. Kemudian dibalaslah pesan itu, dan ternyata dari hal telah aku lakukan menimbulkan sebuah keretakan dalam hal kedekatan dia dengannya maupun persahabatan ini. Aku memang bodoh, bodoh tidak berpikir akan konsekuensi yang akan terjadi dari perbuatan yang kulakukan.

Mungkin karena sang pujaan hati itu merasa tidak enak denganku, ia mengadu kepadanya tentang sms dariku itu. Lalu dipagi hari, dia mengirimiku sebuah pesan kemarahnya tentang perbuatanku itu. Pesan itu benar-benar membuatku menangis membacanya, meskipun seharusnya tak kulakukan itu semua karena itu merupakan akibat dari perbuatanku.

Pesan itu tak kubalas, tetapi malamnya ia mengirimiku pesan lagi. Ia memintaku untuk mengaktifkan YM ku untuk kemudian menyelesaikan masalah ini.

Penyesalan memang selalu datang di akhir suatu peristiwa. Aku hanya bisa berkata “Andai, andai, dan andai” sebuah perkataan bodoh bagiku.

Hingga saat ini, perasaan sakit dan sesalku tak akan pernah hilang. Aku memang terluka mengetahui kau dengannya. Namun, aku lebih meyesal atas perbuatanku dulu. Aku selalu berdoa untuk bisa dipisahkan oleh kalian semua karena aku merasa tidak pantas untuk ada bersama kalian. Aku bukanlah sahabat yang baik untuk kalian.

Andai saja tak pernah kulakukan sebelumnya, pasti kamu mendapatkan kebahagiaan yang baru bersama pujaan hatimu. Maaf karenaku, kamu dan dia menjadi orang yang terkesan menjaga jarak satu sama lain. Maaf… Teruntukmu dan teruntuknya..

2 thoughts on “Hanya sebuah kisah laluku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: