Seruan Cinta..

Bismillah…

 

Bicaralah kepada kami perihal CINTA!

Jika cinta mengajakmu, ikutilah dia,

Meskipun jalannya sulit dan curam.

Dan ketika sayap-sayapnya merangkulmu menyerahlah padanya,

Meskipun pedang yang terselip di antara ujung-ujung sayapnya mungkin melukaimu,

Dan kalau ia bicara padamu percayalah saja,

Meskipun suaranya mungkin membuyarkan mimpi-mimpimu bagaikan angin utara yang mengerontangkan taman.

Bahkan ketika cinta memasng makhota di kepalamu, ia pun sekaligus menyalibmu. Bahkan meskipun ia menumbuhkanmu, ia pun sekaligus memangkasmu.

Bahkan ketika naik ke ketinggianmu dan mengusap cabang-cabang yang paling lembut dan digetarkan matahari,

Ia pun sekaligus turun ke akar dan menggoyang-goyangkan cengkeramannya di tanah.

Bagaikan berkas-berkas jagung kau dikumpulkannya agar menjelma dirinya.

Ia menebahmu sampai kau telanjang.

Ia menggilingmu sampai kau putih,

Ia meremasmu sampai kau liat, dan kemudian ia mengirimmu ke api suci agar menjelma roti suci bagi pesta suci Tuhan.

Itulah segala yang dilakukan cinta terhadapmu agar kau memahami rahasia hatimu, dan karenanya menjadi serpihan dari hati kehidupan.

Namun, jika dalam ketakutanmu kau hanya mencari kedamaian cinta dan kenikmatan cinta,

Lebih baik kau menutupi ketelanjanganmu dan menghindarkan diri dari landasan-landasan penuh cinta,

Menuju ke dunia tanpa musim tempat kau akan tertawa, tetapi tidak sepua-puasnya, dan menangis, tetapi tidak dengan segenap air matamu.

Cinta tidak memberikan apa pun kecuali kepada dirinya sendiri, dan tidak tidak mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.

Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, sebab cinta memenuhi kebutuhannya sendiri.

Kalau kau sedang ada dalam cinta kau jangan mengatakan, “Tuhan ada dalam hatiku,” tetapi katakan, “Aku ada dalam hati Tuhan.”

Dan jangan sekali-kali berpikir bahwa bisa menentukan arah cinta, sebab cinta, jika kau dianggapnya berguna, akan menentukan arahmu.

Cinta tidak punya keinginan lain apapun kecuali memenuhi dirinya sendiri.

Namun, jika kau bercinta dan memiliki keinginan-keinginan, yang berikut inilah seharusnya keinginan-keinginanmu:

Untuk mencair dan menjelma aliran sungai yang melantunkan nyanyian bagi malam.

Untuk memahami nyerinya luapan kelembutan.

Ntuk dilukai oleh pemahamanmu sendiri tentang cinta;

Dan rela serta senang terluka mengeluarkan darah.

Untuk terjaga dini hari dengan hati bersayap dan menyampaikan terima kasih bagi hari cinta selanjutnya;

Untuk istirahat tengah hari dan merenungi kenikmatan cinta;

Untuk kembali pulang senjakala penuh terima kasih;

Dan kemudian tidur dengan doa bagi kekasih hatimu dan nyanyian pujian di bibirmu.

~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: