*campur-campur yg dirasakan*

Sebuah rasa yang dulu nyata adanya

Kini, ia perlahan menghilang

Ia kembali mengumpat dalam tempat yang sulit untuk dideteksi

Ia menutup semua pintu yang dulu pernah terbuka

Bukan tanpa alasan ia melakukan itu

Terjatuh sudah ia dalam permainan hidup ini

Kecewa, sakit hati, dan semuanya ia rasakan menjadi satu

Butiran embun pun ikut menemani kepedihan hati ini

 

 

Ya laksana orang pandir yang tak tau harus berbuat apa

Ketika semuanya teringat, hanya bisa ia rasakan dengan menahan sakit

Kau tak pernah tau apa yang kurasakan

Saat ku berusaha mencari tau lebih tentangmu

Semakin terasa sakit yang kurasakan

Tapi, ini sulit untuk tdk aku lakukan

Masih saja ku menaruh perasaan ini dengan baik

Masih saja ku berharap akan hal ini

Sudah barang jelas tak akan pernah lagi terulang

Seperti kata orang “kesempatan tak pernah datang dua kali”

Mungkin seharusnya aku menyudahi ini semua?

Ataukah berharap dalam doa?

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: